TUGAS MANDIRI 3 PENDIDIKAN AGAMA DAN ASAH SKILL 1 - KAMPUS MILLENIAL ITBI
NAMA : LUSIA SIAGIAN
JURUSAN : AKUTANSI
KELAS : PAGI
MATA KULIAH : PENDIDIKAN AGAMA DAN ASAH SKILL
1.Non _ Muslim : Deskripsikan pemahamanmu mengenai ALKITAB !
Jawaban :
Menurut pemahaman saya mengenai alkitab ialah :
Diantara banyak orang banyak yang tidak membaca semua isi dari alkitab karena mungkin agak sulit dibaca / dipahami.banak yang membaca tapi hanya sebentar dengan niat baik tapi tak lama ia berhenti membacanya karena yang tadi yaitu sulit untuk dipahami.Hal ini sangat disayangkan.
Alkitab ialah firman yang nyaya dari Allah yang tak terbatas yang menciptakan alam semesta ini dan segala sesuatu di dalamnya,menyatakan kehendak-Nya mengenai bagaimana kita menjalani kehidupan kita.
Firman Allah adalah kekuatan penyelamatan yang Dia terapkan pada kehidupan dari mereka-mereka yang telah diputuskan-Nya untuk diselamatkan - tidak ada seorang pun yang dapat diselamatkan selain melalui Firman Allah.Syukurlah, Allah menunjukkan kepada kita cara untuk menafsirkan Alkitab sehingga kita dapat memahami apa yang sedang Ia katakan kepada kita.
Alkitab tidak seperti buku lain (Alkitab tidak ditulis oleh manusia tetapi oleh Allah yang tak terbatas), kita harus bergantung kepada Allah sendiri untuk mendapatkan petunjuk tentang bagaimana cara untuk mempelajari dan memahami Alkitab.
Alkitab harus menjadi kuasa tunggal kita. Kita tidak bisa menggunakan pemikiran angkuh yang berasal dari benak kita sendiri yang kotor dan penuh dosa untuk mengembangkan aturan penafsiran Alkitab.
Setiap kata dari Alkitab,setiap karakter dari tulisan tangannya aslinya adalah sempurna dan benar adanya.
Alkitab berperan sebagai "Tafsir" untuk dirinya sendiri, dan "Kamus" untuk dirinya sendiri. Arti kata-kata dan frase-frase tidak ditentukan oleh hikmat manusia, atau dengan mempelajari literatur Yunani sekuler, tetapi oleh Allah - kita harus memperhatikan bagaimana Allah menggunakan kata-kata tersebut di bagian lain dalam Alkitab.
Kita menafsirkan Alkitab dengan Alkitab. Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri dan mendefinisikan istilahnya sendiri. Ini artinya bahwa saat kita membaca Alkitab, kita harus membuat catatan ketika kita melihat ayat atau ide yang tampaknya terkait dengan ayat-ayat lainnya yang telah kita baca. Mempelajari ayat-ayat ini secara bersama-sama dapat membantu kita untuk memahami ayat-ayat itu dengan lebih baik, karena tiap ayat mungkin berisi berbagai petunjuk untuk keseluruhan arti. Implikasi lain adalah bahwa kita tidak membuka kamus Yunani atau Ibrani untuk mencari arti dari sebuah kata Alkitabiah, alih-alih kita harus melihat bagaimana kata Yunani atau Ibrani itu digunakan oleh Allah di tempat lain dalam Alkitab.
Alkitab mengandung banyak ayat-ayat yang mempunyai makna rohani lebih dalam, dan ditulis sebagai perumpamaan dan kiasan.Perumpamaan dan kiasan tidak boleh dipaksakan terlalu jauh... menjadi simbol dan bayangan dari kebenaran yang ditunjukkan kepada kita, dan terkadang tidak bisa diterapkan untuk setiap aspek dari kebenaran yang mendasarinya. Ini berarti bahwa perumpamaan dan kiasan mengajarkan beberapa aspek materi muatan yang mereka tunjukkan, namun mungkin tidak lengkap atau menyiratkan beberapa aspek lain yang tidak dapat diterapkan.
Alkitab merupakan buku Rohani dan bukan hanya untuk dibaca sebagai buku ajaran moral, atau sejarah, atau puisi, atau hikmat. Fokusnya adalah pada kebutuhan terbesar umat manusia
Komentar
Posting Komentar